Dinilai Bahaya, Pembangunan Tugu UKS Dihentikan

Sabtu, 2 Januari 2010 19:16:35 - oleh : admin

Pembangunan tugu UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) di kawasan simpang empat Kasri (depan Mapolsek), Pandaan menuai protes. Pasalnya, selain kurang sedap dipandang, tugu itu juga dinilai mengganggu pandangan pengguna jalan.

Protes itu salah satunya disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan Bahrul Alam. "Jelas itu menganggu pandangan. Terutama yang dari arah Pandaan kota," katanya kepada Radar Bromo, kemarin (1/1). Karena itu, dirinya berharap agar proyek tersebut dihentikan.

Seperti diberitakan Radar Bromo, tugu UKS yang berdampingan dengan tugu bambu runcing di simpang empat Kasri, Pandaan direncanakan dibongkar. Sebagai gantinya, sekretaris tetap (Sektap) membangun tugu itu membangun tugu di pulau jalan, beberapa meter dari tugu pertama.

Namun, proyek yang saat ini berjalan itu justru menuai protes. Pasalnya, tugu itu dinilai menganggu pandangan para pengguna jalan. Terutama, dari arah Surabaya. Karena itu, muncul desakan agar proyek pembangunan tugu itu tidak tidak dilanjutkan.

Bahrul menyatakan, desakan agar proyek pembangunan tugu itu dihentikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, selama ini kawasan simpang empat Kasri tergolong rawan.

Selain karena traffic light atau lampu lalu lintas sering byar-pet, tingkat kedisiplinan warga dalam berlalu-lintas juga tergolong rendah. Sebagai contoh adalah ketika lampu merah dari arah Pandaan menyala, warga kerap nekat menerobos.

Karena itulah, keberadaan tugu itu dinilai justru rentan mengundang kecelakaan. "Kalau ada tugu itu, otomatis pengguna jalan tidak bisa melihat kendaraan yang dari Pandaan," terang Bahrul.

Menurut dia, akan berbeda ceritanya bila pembangunan tugu tersebut diletakkan di pulau jalan yang ada di dekat SPBU. Atau di simpang Tretes, yang saat ini hanya berdiri tiang lampu penerangan jalan (PJU).

Anggota komisi yang membidangi masalah pembangunan ini juga mempertanyakan keabsahan pembangunan tugu itu. "Saya kurang tahu, apa itu sudah ada kajian atau rekomendasi dari dewan lalu-lintas atau belum," katanya.

Menurutnya, proyek pembangunan yang memanfaatkan badan jalan tidak bisa asal dilakukan. Sebagai contoh adalah pembangunan taman di median jalan. "Apakah itu mengganggu pandangan pengendara atau tidak, itu kan harus ada kajiannya," jelas Bahrul. "Kalau memang belum, jangan dilanjutkan," imbuhnya.(jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Pandaan" Lainnya