SMPN 2 Pandaan Tambah Tiga Kelas SBI

Sabtu, 12 Juni 2010 05:51:23 - oleh : admin

Sekolah Berstandar Internasional (SBI) agaknya masih menjadi idola bagi para siswa untuk melanjutkan sekolah. Itu terlihat dari banyaknya siswa yang mendaftar ke RSBI SMP 2 Pandaan.

Kepala SMP 2 Pandaan Sholihin menuturkan, sedikitnya 316 siswa telah mendaftarkan diri masuk kelas SBI di sekolahnya. Jumlah tersebut meningkat dibanding pendaftar tahun lalu yang 'hanya' mencapai kisaran 200-an siswa.

"Tahun ini lebih banyak," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (1/6). Meski begitu, meningkatnya jumlah pendaftar itu dirasa masuk akal. Pasalnya, tahun ini pihaknya juga menambah pagu untuk kelas SBI. Dari yang semula empat kelas menjadi tujuh kelas.

Meski begitu, penambahan pagu itu dirasa belum memenuhi standar yang ditentukan. Sebab, berdasar ketentuan seharusnya sekolah SBI minimal memiliki sembilan kelas. "Kemungkinan, tahun depan sudah bisa diwujudkan. Bertahap dulu lah," ujarnya.

Dalam kesempatan kemarin, Kasek berkacamata ini juga menepis kesan mahalnya biaya pendididikan bagi peserta program SBI. Meski diakui biaya pendidikan yang dikeluarkan untuk kelas ini lebih besar dibanding kelas regular, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pasalnya, besarnya biaya yang dikeluarkan sebanding dengan beragam fasilitas yang diperoleh para siswa. Misalnya, ruang kelas dilengkapi audio visual, perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan internet dan ruang kelas yang ber-AC.

Sebagai gambaran, untuk SPP pihaknya hanya mengenakan Rp 100 ribu per bulan untuk tiap siswa. Lalu, biaya insidentil sebesar Rp 1, 5 juta untuk pembelian perangkat belajar. Sebab, tahun ini pihaknya berencana meremajakan beberapa perangkat tersebut.

"Ini pun, nominalnya jauh lebih kecil dari yang ditentukan oleh Depdiknas," katanya. Meski begitu, jumlah tersebut belum bersifat final. Menurutnya, kepastian jumlah itu masih akan dibicarakan dengan wali murid.

"Itu pun, siswa yang kurang mampu tidak akan kami bebani," ungkapnya. Bahkan, tahun ini dirinya memberikan plafon bagi 15 siswa untuk kategori tidak mampu ini. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Pendidikan" Lainnya