Bulukandang-Taman Dayu Terancam Putus

Kamis, 7 Januari 2010 19:20:31 - oleh : admin

Akses jalan tembus Desa Bulukandang dengan kawasan The Taman Dayu, Prigen terancam putus. Ini setelah tebing penahan jembatan yang menghubungkan kedua lokasi itu ambrol, karena tergerus arus sungai.

Informasi yang diperoleh Radar Bromo menyebutkan, dinding penahan itu sebenarnya sudah ambrol sejak musim hujan tahun lalu. Namun karena tidak segera diperbaiki, kondisinya makin parah.

"Awalnya karena hujan deras tahun lalu. Tapi, karena tidak diperbaiki, ya ambrol terus sampai sekarang," kata Agung, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, kemarin (5/1).

Ia pun khawatir, ambrolnya dinding penahan itu berdampak pada jembatan. Kekhawatiran Agung itu bisa jadi ada benarnya. Dari pengamatan Radar Bromo, dinding yang ambrol itu berfungsi sebagai penahan kupingan jembatan yang mengubungkan kedua kawasan tersebut.

Apalagi, dinding yang ambrol mencapai ketinggian sekitar tiga meter lebih dan panjang empat meter lebih. Bahkan, saat ini kerusakan sudah hampir mencapai kupingan jembatan yang berada di sisi Utara "Kalau hujan terus, pasti (kupingan) itu akan ambrol juga," ungkapnya.

Agung menyebutkan, ambrolnya dinding penahan itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika Pemkab Pasuruan melakukan upaya antisipasi sejak dini. Misalnya, dengan membangun plengsengan. "Makanya, saya rasa belum terlambat kalau itu dibangun sekarang," imbuhnya.

Selain mengancam jembatan penghubung antara Taman Dayu dan Desa Bulukandang, hujan yang terus mengguyur daerah setempat juga mengancam akses Jalan Raya Indokilo (Jetak-Dayurejo). Utamanya di titik longsor yang ada di Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo.

Memang sebelumnya, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Bina Marga telah mengalokasikan dana sekitar Rp 600 juta lebih untuk membangun plengsengan di titik longsor tersebut. Namun, dana sebesar itu ternyata hanya cukup untuk menyelesaikan proyek sebagian.

Plengsengan yang direncanakan dibangun setinggi 12 meter lebih itu baru terselesaikan di bagian bawah. Akibatnya, tebing jalan di bagian atas pun terus tergerus air. Bahkan, saat ini gerusan itu sudah mencapai bibir aspal.(jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Pandaan" Lainnya