Bupati Pasuruan Dade Angga Divonis Bebas

Sabtu, 4 Desember 2010 12:48:42 - oleh : admin

Majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo dalam sidangnya, Kamis (2/12), membebaskan Bupati Pasuruan non aktif Dade Angga yang dituduh melakukan tindak pidana korupsi dana kas daerah Pemerintah Kabupaten Pasuruan senilai Rp 74 miliar.

Vonis diwarnai dissenting opinion salah seorang anggota majelis hakim, Anas Mustakim. Anas tetap berkeyakinan Dade Angga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Namun, Ketua majelis hakim Abdul Azis dan hakim anggota Yuli Happysah yang menggantikan kedudukan hakim Sriwahyuni menyatakan Dade Angga tidak bersalah. "Putusan majelis hakim diambil dengan suara terbanyak," kata Abdul Azis.

Dalam pertimbangan hukumnya, Abdul Azis dan Yuli Happysah mengatakan, Dade Angga tidak terbukti memerintahkan secara lisan Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan Indra Kusuma memindahkan dana kas daerah dari Bank Jatim ke Bank Bukopin Cabang Malang.

Itu sebabnya, menurut kedua hakim tersebut, dakwaan primer jaksa yang menyebutkan Dade Angga merugikan keuangan negara dan memperkaya diri sendiri dan orang lain tidak terbukti.

Menurut Abdul Azis, dana yang mengalir ke rekening Indra Kusuma senilai Rp 10 miliar pada Mei 2003 juga tidak bisa dibuktikan atas perintah Dade Angga. Justeru Indra Kusuma yang melakukan kesalahan karena mengalihkan dana tanpa menggunakan dasar keputusan Dade Anggara sebagai bupati Pasuruan. Pengalihan dana untuk keperluan pribadi Indra Kusuma.

Dakwaan subsider, yakni menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya yang merugikan keuangan Negara, menurut Azis dan Happysah, juga tidak terbukti.

Sebagai ketua majelis hakim, Abdul Azis juga memerintahkan kepada jaksa untuk segera melepaskan Dade Angga dari tahanan.

Sebaliknya Anas Mustakim tetap berkeyakinan bahwa Indra Kusuma memindahkan dana ke deposito on call Bank Bukopin atas perintah Dade Angga. Menurutnya, sebagai bawahan, Indra tidak bisa menolak perintah atasannya. Apalagi kewenangan memindahkan dana kas daerah ada pada Bupati Dade Angga sebagai otorisator dalam mengelola keuangan daerah.

Anas juga menjelaskan, Indra secara rutin melaporkan pemindahan dana tersebut kepada Dade Angga. Itu sebabnya, Anas menyatakan bahwa Dade Angga secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan pimer. "Karena dakwaaan primer terbukti, sehingga dakwaan subsider tak perlu dibuktikan," ujarnya.


Dade Angga, kata Anas, memiliki peranan penting dalam keterlibatannya secara bersama-sama merugikan keuangan negara. Korupsi tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh Indra Kusuma tanpa peranan Dade Angga sebagai pemegang hak otoritas dalam mengambil keputusan pengelolaan dana tersebut.

Menanggapi vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum Suwito menyatakan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, dia terlebih dahulu akan melaporkan vonis tersebut, termasuk adanya dissenting opinion, kepada Kejaksaan Agung yang sejak awal menangani perkara Dade Angga. "Kami tetap berkeyakinan dakwaan kami terbukti berdasarkan fakta di persidangan seperti diuraikan hakim Anas,” paparnya.

Adapun Penasihat Hukum Dade Angga, Sudiman Sidabuke menilai Dade sebagai korban karena tidak menikmati uang kas daerah. ”Belum terbukti bersalah dia sudah harus menjalani hukuman kurungan di ruang tahanan,” katanya.

Dade Angga mengaku bersyukur atas putusan majelis hakim yang membebaskannya. Dade menilai putusan majelis hakim memenuhi rasa keadilan dan mempertimbangkan fakta-fakta di persidangan. "Syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada penasihat hukum yang berjuang membela saya," tuturnya.

Dalam perkara ini, selain menjadi saksi dalam perkara Dade Anggar, Indra Kusuma juga menjadi terdakwa. Indra telah terlebih dahulu diganjar hukuman 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pasuruan. Terdakwa lainnya adalah Totok Setyo Utomo, Kepala Bagian Keuangan yang menggantikan Indra. Totok dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Keduanya dituduh secara bersama-sama dengan Dade Angga menyalahgunakan dana kas daerah setelah dipindahkan ke rekening Bank Bukopin.

Berbeda dengan Indra dan Totok, Dade Angga diadili di Pengadilan Negeri Sidoarjo dengan pertimbangan keamanan. Para pendukung Dade Angga, termasuk di antaranya kepala desa di Kabupaten Pasuruan beberapa kali melakukan unjuk rasa menentang diperkarakannya Dade Angga.(tempointeraktif.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Seputar Pasuruan" Lainnya