Lihat Bromo, Wisatawan Lewati Jalur Pasuruan

Minggu, 2 Januari 2011 23:02:20 - oleh : admin

 Awal tahun baru 2011, geliat wisata Gunung Bromo dari jalur Tosari, Pasuruan kembali bangkit. Para wisatawan baik lokal dan mancanegara mulai berdatangan ke gunung berapi yang kini masih berstatus siaga dan terus menerus mengalami erupsi, akibat masih tingginya energi yang tersimpan di dalam perut gunung.

Wisatawan yang datang ke gunung nan eksotis ini, bahkan dini hari sebagian sudah berada di Gunung Penanjakan, yakni lokasi untuk menyaksikan pemandangan terindah Gunung Bromo. Pasalnya dari tempat itu, selain dapat menikmati eksotisme Bromo, wisatawan juga pula bisa
melihat Gunung Semeru dan sejumlah gunung lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Wim De Joungh (49), salah satu wisatawan mancanegara mengatakan, dia terpaksa datang jauh-jauh dari Belanda bersama istrinya, Petra (46), ke Gunung Bromo lantaran ingin menyaksikan panorama terindah matahari terbit pada awal tahun 2011 dari kawasan wisata tersebut.

Tak hanya itu, pasangan suami istri itu juga ingin menyaksikan pemandangan Gunung Bromo di awal tahun, meski terjadi erupsi.

Sayangnya, kedua turis Belanda itu pun harus menerima pil kekecewaan lantaran tak dapat melihat matahari terbit dari lokasi Gunung Penanjakan, karena kondisi di sekitar Gunung Bromo tertutup oleh kabut.

"Not so good today. Because, I don't see The Bromo. This mountain is hidden" kata Wim De Joungh, wisatawan asal Belanda Sabtu (1/1/2011) kepada wartawan saat di lokasi Gunung Penanjakan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sri Lestari (31), wisatawan asal Semarang yang datang bersama keluarganya. "Kecewa banget mas, gak bisa melihat matahari terbit di awal tahun baru ini di Gunung Bromo.

Padahal saya sudah jauh-jauh datang bersama keluarga dari Semarang. Tapi ya apa boleh buat, kabutnya tebal" kata Sri Lestari, salah satu wisatawan domestik.[bec/ted](beritajatim.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya