Istri Polisikan Suami Karena di Pukul

Sabtu, 15 Januari 2011 05:30:26 - oleh : admin

Naas dialami oleh Farida Furiyanti (28), seorang ibu dua anak asal Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya akibat dipukul martil oleh suaminya sendiri, korban mengalami 3 luka jahitan di kepala. Usia menganiaya istrinya, pelaku langsung kabur melarikan diri lantaran takut dimassa warga.

"Terpaksa kami melaporkan kasus ini ke polisi mas. Karena, rumah tangga ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Sebab, selama 9 tahun telah mengarungi bahtera perkawinannya. Korban seringkali dianiaya Sutoko (29), yang merupakan suaminya sendiri. Apalagi, pelaku sendiri kerjanya tidak jelas, alias serabutan" kata Abdul Wahab, paman korban KDRT Jumat (14/1/2011) saat melapor di Mapolres Pasuruan.

Tak hanya itu, lanjut Wahab, selain seringkali menganiaya keponakannya, pelaku juga jarang sekali memberikan nafkah bagi keluarga. Bahkan, dia justru malah bertindak sebaliknya, yakni selalu meminta uang kepada Farida Furiyanti, ketika istrinya itu baru mendapatkan gaji dari PT Karya Mitra, pabrik sepatu tempat korban bekerja. Namun jika tidak dikasih, maka korban pun dianiaya pelaku.

"Penganiayaan terakhir terhadap keponakan saya ini terjadi Kamis (13/1/2011) sekitar pukul 19:00 WIB mas. Saat itu pelaku pulang ke rumah hendak mengantar istrinya pergi kerja ke pabrik, setelah sepuluh hari tidak pulang. Namun, lantaran sakit akhirnya dia bilang ke suaminya tidak jadi berangkat dan memilih libur. Karena kecewa, suaminya langsung marah-marah kepada korban," ungkapnya.

Berawal dari sini, pertengkaran antar keduanya pun, akhirnya tak dapat terhindarkan lagi. Bahkan, adu mulut suami istri tersebut berlangsung lama dan sempat dilerai oleh Kaniyati (55), ibu korban. Namun, pelaku pun kalap dan nekat memukul dan menendang mertuanya, yang mencoba ikut campur masalah keluarganya itu. Begitu hebatnya, sehingga pertengkaran suami istri ini, kemudian didengar tetangga sekitar.

"Pada puncaknya, pelaku lalu nekat memukul istrinya dengan martil hingga berkali-kali. Darah segar pun kemudian langsung muncrat dan berceceran, hingga akhirnya korban pingsan. Sebelumnya, korban sempat teriak histeris, lantaran tak kuat menahan rasa sakit. Setelah itu, pelaku seketika itu langsung kabur meninggalkan rumah lantaran takut dimassa warga," terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Indra Mardiana mengatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami korban tersebut. "Kita sudah menerima laporan ini mas. Tetapi, kita masih akan melakukan penyelidikan untuk mengungkasnya," ujarnya kepada wartawan. [bec/kun](zonaberita.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kriminal" Lainnya