Servis Komputer Minim, Gelar Diklat

Selasa, 27 April 2010 06:30:41 - oleh : admin

Perkembangan teknologi informasi (baca computer) kini bukan hanya merambah kawasan perkotaan, tapi juga desa. Sayang, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan keberadaan servis komputer yang memadai.

Didasari kondisi itulah, Badan Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan (Balitbang Diklat) Pemkab Pasuruan menggelar diklat servis komputer. Tak kurang dari 50 peserta ikut dalam kegiatan yang berlangsung di kantor Balitbang Diklat, Pandaan.

Kabid Pendidikan Masyarakat Balitbang dan Diklat Suryo Guritno menyatakan, kegiatan itu dimaksudkan untuk menambah tenaga servis komputer yang handal. Pasalnya, hingga saat ini diakuinya keberadaan mereka cukup terbatas. Terutama di daerah-daerah pelosok.

Karena itu pula, para peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut rata-rata berasal dari daerah "pinggiran". Diantaranya, Gondang Wetan, Nguling, Lumbang, Pasrepan, Prigen, hingga Tosari. "Masak, kalau perangkat TI (Teknologi Informasi) orang Tosari yang rusak harus turun ke Kota Pasuruan. Kan kasihan," kata Suryo di sela kegiatan, kemarin (23/4).

Karena itu, peserta diklat ini diharapkan mampu mengisi kekosongan tenaga servis di masing-masing daerah tersebut. Dan dengan sendirinya, kegiatan yang dimulai tanggal 19 April itu juga membuka peluang bagi terciptanya lapangan pekerjaan.

Sementara itu, banyaknya peserta yang ikut membuat kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Masing-masing diikuti oleh 25 peserta dan dilakukan selama enam hari untuk tiap sesi. Sesi pertama dimulai tanggal 19 April dan berakhir hari ini. Sesi berikutnya digelar Senin (26/4) dan dijadwalkan berakhir 2 Mei mendatang.

"Selama mengikuti kegiatan ini, mereka kami jamin sampai bisa," kata Suryo. Dengan didampingi instruktur dari Malang, para peserta tidak hanya mendapat materi tentang komputer. Tapi, juga perkembangan teknologi informasi secara umum.

Berikutnya, mereka juga mendapat pembekalan tentang hardware dan software komputer. Juga instalasi dan aplikasi programnya.

Yang menarik, setelah mengikuti kegiatan ini mereka juga diminta membentuk paguyuban. Dengan demikian, mereka tetap bisa mengikuti kondisi TI yang senantiasa berkembang. "Dan, yang paling penting, mereka bisa buka biro jasa servisan di daerahnya," pungkas Suryo. (jawapos.com)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Pendidikan" Lainnya